Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

aku dan albaqarah dua ratus enam belas

Bismillah, hari ini kembali ke rutinitasku bertemu dengan anak-anak para penghafal al-quran usianya berkisar kelas persiapan sampai kelas tiga sekolah menengah pertama. Ada peribahasa pekerjaan yang saling menyenangkan itu ialah hoby yang dibayar, tapi tidak bagi mutlak bagi diriku, hobyku mengajar tapi aku tidak mengharapkan semata-mata bayaran dalam mengajarkan al-quran ini. Kalau teman-teman merasakan sudah nyamanya bertemu para anak-anak kecil yang intens berinteraksi dengan al-quran kemudian kita ada peran dalam hal itu maka demi Allaah aku katakan rasanya itu sangat tenang nyaman tanpa mengharapkan bayaran dari dunia yang sangat amat kecil. Akan ada rasa rindu bertemu mereka dikala libur kadang tidak terasa ketika mengajarkan mereka ada rasa haru dan tangis, harunya mereka semangat meskipun sebagian hisab belum tegak bagi mereka karena belum balighnya mereka, tangisnya ketika kita kalah semangat dengan mereka dan bisa jadi orang yang disebutkan dalam hadits yaitu sebaik-baik manu...

cerita dibalik al-quran dan teman-teman menikah

bismillah, baru bisa nulis di blog lagi ni berhubung baru nemu laptop buat dipeinjem ngetik lagi, maklum mahasiswa tingkat bawah yang merangkak jadi suami jadi mau beli laptop uangnya dialihin dulu buat nikahan dia, eaaa. pada tulisan kemarin masih membahas terkait birokrasi kepada sang ibunda baiklah aku akan flashback sedikit kebelakang mengenai perjalananku ini.mulai dari mana yak? dari awal banget hijrah atau awal banget proses pernikahan? okelah awal proses menuju pernikahan aja kalau awal hirah kayanya kepanjangan bisa jadi kitab berjilid-jilid. Awalnya aku menapakai jejak ini adanya rasa ketakutan akan keimananku , karena tema-teman dalam komuintas dakwahku yang dekat hampir semuanya sudah menikah, ketika itu keimananku sedang turun-turunya dan posisinya agak jauh dari teman-teman shalihku. Memang faktor teman itu sangat penting bagiku dalam mengcharge keimananku dikala futur,aku takut ketika futur imanku merosot semakin jauh karena bagaimanapun teman yang sudah menikah tidak ak...

Izin yang tertunda

Ahad ini aku memulai cerita di Bogor, ya tepat di rumah orang tua ku yang tidak terlalu luas tidak megah tapi sangat nyaman untuk tinggal disini bersama adikku. Ohiya tepatnya hari ini ahad ada sedikit momen mengenai rencana akad nikahku. Alhamdulillah siang tadi keluarga dari calon istriku berkunjung ke rumah orang tua ku disini tujuanya untuk lebih mengenal keluargaku seperti biasa setiap aku bertemu keluarga mereka jarak pandangan harus selalu dijaga agar membuat aku semakin penasaran dengan calon istriku, wah sudahlah tapi dalam kesempatan ini aku tidak akan menceritakan kejadian siang tadi tapi lebih mengenai perjuangan aku dalam menggapai restu sang ibu karena yang aku rasakan memang momen itu sangat berharga sehingga aku bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius ini. Memang cerita kemarin sempat menggantung bahkan akupun merasa ceritanya sedikit berantakan tak jelas arahnya, ya semoga teman-teman bisa memakluminya dan bisa mengambil manfaat dari kisahku kemarin. Setelah bebera...

Minta Izin kepada ibunda tercinta..

Bismillah, jumat ini alhamdulillah aku sudah sampai istiqlal dan dengan ini untuk kedua kalinya shalat jumat di istiqlal. Mesjid yang sempat menjadi mesjid terbesar di Asia Tenggara beberapa tahun ini memang masih banyak menyimpan keindahan dari segi arsitekturnya dan orang-orang dari luar jakarta pun masih merasakan penasara jika berkunjung ke jakarta rasanya kurang afdhal kalau tidak shalat di mesjid ini. Oh iya sempat kemarin aku menyinggung bagaimana cara mendapatkan izin menikah dari orang tua terlebih orang tua kita sendiri, memang sebelum kita menjajaki pernikahan pengalaman pribadiku yang paling awal dipersapkan adalah kesiapan dari keluarga sendiri. Singkat cerita aku mengajukan permohonan kepada ibunda sekitar kurang lebih setahun untuk menikah, dan memang harusnya seperti itu supaya adanya kelonggaran dan persiapan dari diri kita. Pada awalnya akupun sama seperti teman-teman yang mungkin mengalami fase ini, fase  dimana cuman ngomong "bu aku mau nikah" kata yang sa...

menghitung hari menuju dzulqa'adah

Pagi ini di At-taawun sudah sangat familiar mesjid yang menjadi icon di puncak bogor ini. Masih dalam penantian dan pemantasan diri untuk menjadi seorang suami yang sangat dipertanyakan pertanggung jawabanya di akhirat kelak. Semakin mendekati semakin deg-degan rasanya usia hari ini baru terkesan 22 tahun 5 bulan 8 hari ini sudah mengemban amanah yang sangat berat, di saat seusiaku belum terlalu banyak yang melangkah ke arah serius dalam mengemban amanah ini. Tapi sama sekali tidak ada keterpaksaan dalam melangkah ke arah ini sama sekali tidak, justru hidup ini jika ingin serius harus mengemban amanah yang lebih lampaui kapasitas diri kita maka dengan semua itu kita akan tau kapabilitas diri kita. Tapi ingat haruslah semua itu dengan ilmu, banyak orang yang kelihatanya sudah ingin masuk ke ranah pernikahan akan tetapi hanya sebatas ingin bahkan belum bisa mempelajari bekal untuk kedepanya, ini ibadah terlama akhi. Jikalah shalat saja yang ibadah paling lama sekitar lima m...