Bismillah, hari ini kembali ke rutinitasku bertemu dengan anak-anak para penghafal al-quran usianya berkisar kelas persiapan sampai kelas tiga sekolah menengah pertama. Ada peribahasa pekerjaan yang saling menyenangkan itu ialah hoby yang dibayar, tapi tidak bagi mutlak bagi diriku, hobyku mengajar tapi aku tidak mengharapkan semata-mata bayaran dalam mengajarkan al-quran ini. Kalau teman-teman merasakan sudah nyamanya bertemu para anak-anak kecil yang intens berinteraksi dengan al-quran kemudian kita ada peran dalam hal itu maka demi Allaah aku katakan rasanya itu sangat tenang nyaman tanpa mengharapkan bayaran dari dunia yang sangat amat kecil. Akan ada rasa rindu bertemu mereka dikala libur kadang tidak terasa ketika mengajarkan mereka ada rasa haru dan tangis, harunya mereka semangat meskipun sebagian hisab belum tegak bagi mereka karena belum balighnya mereka, tangisnya ketika kita kalah semangat dengan mereka dan bisa jadi orang yang disebutkan dalam hadits yaitu sebaik-baik manusia yang belajar al-quran dan mengajarkanya semoga teman-teman bisa termasuk dalam golongan tersebut, aamiin.
seidkit intro dari diriku, kemarin aku cerita sampai hasil pengumuman test di salah satu pondok tahfidz di daerah puncak yang mengambil prodi tafsir, sebelum aku menceritakan hasil test yang aku jalani kemarin mari kita mengingatkan lewat firman Allaah surat ke dua ayat dua ratus enam belas posisinya ada pada kiri mushaf standar paling atas di awal menceritakan tentang perintah perang tapi bukan itu yang akan aku bahas , mengenai lanjutan ayatnya "... bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi kalian. Allaah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui". Pasti teman-teman pernah mengalami posisi seperti ini bahkan sering dalam kehidupan kita sehari-hari, terkadang kita inginkan sesuatu sudah berikhtiar dengan maksimal dan berdoa selalu dipanjatkan di tempat dan waktu yang sangat mustajab akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita itu terkait keinginan kita, akan tetapi ketika kita sedang di uji apapun dari kehidupan kita otomatis yang namanya ujian itu tidak ada yang menyenangkan kebanyakan sukar untuk dilalui terkecuali ada bocoran tapi terkadang ada bocoran juga kita masih kesulitan juga untuk menghadapinya, misal takut ketauan pengawas loh, bercanda. Nah disini kita harus siap dan pasrahkan semuanya kepada Allaah baik ketika nikmat yang di inginkan tidak kunjung datang atau musibah dan ujian itu tidak diharapkan tetapi datang menghampiri kehidupan kita, kuncinya husnuzdon kepada Allaah yakin kepada ayat yang tadi aku sebutkan di atas. Kita tidak tau ada apa di balik nikmat yang kita inginkan jika memang nikmat itu kita dapatkan apa akan mendekatkan kita kepada Allaah atau semakin menjauhkan kita kepada Allaah, tentulah bahaya jika kita dikasih keinginan berupa nikmat akan tetapi menjauhkan kita kepada Alaah. karena hakikat bersyukur itu bukan kita hanya mengucapkan Alhamdulillah saja kemudian kita mengundang orang-orang untuk syukuran di rumah kita bukan hanya itu saja,akan tetapi bersyukur itu bagaimana kita bisa menambah ketaqwaan kita kepada Allaah dengan nikmat yang Allaah berikan tersebut. Misal kita ingin kendaraan mobil maka Allaah mengabulkanya dengan memberikan mobil itu kepada kita maka mobil itu sebagai ucapan tanda syukur kita pakai untuk mendekatkan kepada Allaah dengan cara membantu jika ada yang berobat, untuk pergi ke mesjid , majlis ilmu dan lain sebagainya dan barangkali Allah belum mengabulkan keinginan kita itu karean kesiapan kita yang kurang. Pun kita tidak tau di balik musibah atau ujian yang menimpa diri kita ada maslahat yang sangat banyak misal ketika di uji sakit yang hebat maka ada dosa-dosa kita yang otomatis dikikis oleh Allaah lewat perantara sakit asal dengan sabar dan tidak mengeluh. Dan indahnya Allaah menutup ayat itu dengan pengatahuan kita yang sangat terbatas akan tetapi pengetahuan Allaah yang tidak terbatas. Seringkali kita selalu tidak mampu sabar berhusnudzon dan selalu menyalahkan takdir banyak dari lisan kita keluar kata-kata yang tidak pantas "yaelah ko ini sih yang di dapet, yaelah sakit teh lama amat sih" padahal sakit baru dua hari umur udah dua puluh dikasih sehat tidak pernah bersyukur maka ganti ucapanya dengan "alhamdulillah" minimal di awal jika sesuatu yang tidak kita inginkan "Alhamdulillah ala kulli hal" jika nikmat " Alhamdulillah hi ladzi bini'matihi tathimushalihat". Kembali ke hasil test ku ketika tanggal empat april pengumuman sudah keluar ternyata dari empat ratus orang yang test yang berhasil masuk hanya empat puluh orang dan namaku tidak ada "alhamdulillah alla kuli hal" aku yakin ini pasti yang terbaik meskipun aku tidak tau kebaikan apa yang akan datang menghampiri diriku tapi aku yakin pasti ini yang terbaik. Dari situ aku belum patah semangat untuk mencari pendidikan yang konsetrasi kepada tafsir baik al-quran dan hadits. bagaimana kelanjutanya?
In syaa Allah dalam kesempatakn berikutnya semoga ada kebaikan dari tulisan ini.
Barakallah fikum.
kali ini tidak ada pesan untuk calon istriku jadi maaf yak hihi cuman mau bilang doang bulan dzalqa'adah bentar lagi jadi yang sabar yak.
Komentar
Posting Komentar