Langsung ke konten utama

menghitung hari menuju dzulqa'adah

Pagi ini di At-taawun sudah sangat familiar mesjid yang menjadi icon di puncak bogor ini. Masih dalam penantian dan pemantasan diri untuk menjadi seorang suami yang sangat dipertanyakan pertanggung jawabanya di akhirat kelak. Semakin mendekati semakin deg-degan rasanya usia hari ini baru terkesan 22 tahun 5 bulan 8 hari ini sudah mengemban amanah yang sangat berat, di saat seusiaku belum terlalu banyak yang melangkah ke arah serius dalam mengemban amanah ini. Tapi sama sekali tidak ada keterpaksaan dalam melangkah ke arah ini sama sekali tidak, justru hidup ini jika ingin serius harus mengemban amanah yang lebih lampaui kapasitas diri kita maka dengan semua itu kita akan tau kapabilitas diri kita. Tapi ingat haruslah semua itu dengan ilmu, banyak orang yang kelihatanya sudah ingin masuk ke ranah pernikahan akan tetapi hanya sebatas ingin bahkan belum bisa mempelajari bekal untuk kedepanya, ini ibadah terlama akhi. Jikalah shalat saja yang ibadah paling lama sekitar lima menit akan tetapi sampai saat ini masih banyak dari kita yang belum beres mengenai fikih shalatnya bahkan ada yang shalat saja masih belum sesuai dengan sunnah rasul bagaimana mengharapkan kenikmatan dalam pernikahan yang ibadahnya snagat lama dan sampai seumur hidup tapi persiapan kita hanya berlandaskan pemahaman yang tidak selalu diperbarui. Hanya sebatas oh gin yak nikah itu paling ini ini dan ini. Saya menekankan kembali kepada diri saya pribadi untu selalu mengkaji dan terus mengkaji jangan sampai bosan selalu tambah wawasan dari manapun itu, seminar baca buku kajian atau sharing bersama teman yang sudah mendahuli pernikahan tersebut. Dari hoby saya salah satunya yakni sharing ke teman yang sudah lama tentunya menjalani pernikahan , semisal orang tua kita , bibi atau paman kita karena mereka sudah tau pahit manisnya kehidupan pasca pernikahan, memang tidaklah salah kita ngobrol dengan pasangan muda yang baru nikah akan tetapi jawabanya pasti kurang lebih seperi ini "nikah itu satu persenya enak sembilan puluh sembilanya uenak banget" kurang lebih seperti itu. Ya memang benar mereka jujur karena kan memang belum terasa akan ada kehidupan pahit yang menimpa dimasa depanya. Dari perihal yang saya tadi sampaikan memang akan ada sisi yang positif dari sharing ke keluarga dan bisa jadi ajang persiapan kita untuk mempersiapkan jikalah memang Allaah sudah mendekatkn hari akad itu. Memang benar sahabat saya berpesan jika memang mau nikah obrolkan ke keluarga itu minimal beberapa bulan sebelum memang mau setaun idealnya agar terkesan tidak kaget.
Dan memang benar adanya banyak kasus yang saya terima ketika anak terlebih cowok sudah ingin menikah pasti akan ada hambatan kecil yang pasti berasalal dari keluarga internal, ibu dan bapak kita tentunya, dari kisah yang saya terima bermacam-macam ada yang dihujjat bapaknya, di tentang ibunya bahkan ada yang ngambekan sama bapaknya dua pekan lamanya karena keinginan sang anak mau nikah. Orang tua juga pastilah ada sebab melakukan itu yakin dan sangat pasti demi kebaikan sang anak juga memang terkadang kita sebagai anak yang belum bisa memahami maksud baik dari orang tua. Pokok paling penting lebih ke arah financial kita sebagai anak yang mungkin belum berpenghasilan tetap karena bagaimanapun juga nafkah itu wajib bagi laki-laki dan wajar jika nanti orang tua kita takut kita belum bisa menafkahi anak orang yang dipersunting jadi menantu mendapatkan kurangnya nafkah dari kita sebagai suami yang bertanggung jawab. Pada intinya persiapan perama harus meyakinkan keluarga kita dulu di awal untuk mendapatkan kepercayaan agar melaju ke arah selanjutnya. Jikalah kepercayaan keluarga kita belum kita dapatkan bagaimana kita bisa mendapatkan kepercayaan keluarga calon pasangan kita? Tetap semangat dalam ketaqwaan , in syaa Allaah ingin terus berbagi pengalaman pibadi agar semakin memotivasi tanpa mengkompori.

13 Syawal Menuju Dzulqa'adah dalam penantian akad...

Komentar

  1. Masyallah
    Karena pernikahan tidak hanya sebatas menyalurkan nafsu ada yg harus dibangun ada yg di rencanakan..

    BalasHapus
  2. Sadiiisssssssss Wooohhh Daebaakkkkk~~
    Hidup halal berbuka 💪💪
    بارك الله لك.. و بارك عيلك.. وجمع بينكما في خير.. 💐💐💐💐💐
    Lancar lancarrrr

    BalasHapus

Posting Komentar