Ummareeam....
Bismillah,
Masih teringat hari ahad sekitar pertrngahan tahun 2016 tepatnya dua tahun lalu, saya mengantar salah satu sahabat untuk berta'aruf dengan salah satu akhwat. Pada malam ahadnya saya menginap di bekasi kemudian pada pagi sekitar jam sepuluhan saya pergi bersama sahabat itu mengendarai motor untuk menuju jakarta tepatnya daerah pasar baru tepat samping istiqlal, kebetulan pada hari itu memang ada kajian ustadz kondang di istiqlal jadi memang sengaja agar beres kajian akwhat bersama ibunya itu langsung bertemu dengan sahabat saya, tapi kami engga kajian karena kesiangan biasalah kebiasaan abis subuh itu tidur lagi ketika dulu apalagi pada saat itu cuaca sedang hujan.
Tibalah kami berdua di daerah pasar baru dan tak lama akhwat beserta ibu dan adiknya pun ikut bertemu kami, dan tak lama langsung saja menuju tempat makan yang namanya "bakmi gang kelinci" kata mereka ( keluarga akhwat itu) ini tempat legend dan enak daerah sini jadi kami menurut saja.
Karena saya niatnya hanya nganter saja tidak terlalu fokus sama obrolan sahabat saya dan mereka yaa saya bengong maen tab saja, masih ingat dulu saya masih pegang tab galaxy 2 pake jaket specs pokoknya ga ada modis-modisnya emang niatnya nganter doang. Jadi sesekali ditanya ya saya jawab seperlunya aja. Dulu itu kalau ga salah saya makan baso sama bihun karena emang suka bihun, tau kan bihun?😂 Ya sebagian orang bilagnya mie putih ya whatever mau bilang apa,
Obrolan berlalu waktu sudah menujukan ashar tak terasa tapi hujan masih membersamai kami semua akhirnya setelah ashar kamipun pulang. Mereka pulang ke tanggerang dan saya ya kebekasi ikut sahabat saya itu.
Dan ceritanya di titik sini yang akan kita mulai....
Waktu berlalu cepat ,ternyata sahabat saya tidak Allah taqdirkan menikah dengan akhwat yang tadi saya ceritakan, tapi di sini saya sudah cut cerita sahabat saya dia sudah menikah Alhamdulillah dan saya masih tetap jomblo saat itu ohiya ini sekitaran bulan februari 2018 mungkin, waktu berjalan terus menerus, sebenarnya sayapun kenal akhwat yang saya ikut ketemu taun 2016 itu tapi hanya kenal nama saja sedangkan lebih jelasnya saya belum terlalu mendetail,
Ohiya hampir lupa pada taun 2018 ini juga karena dua sahabat saya sudah menikah jadi sebenarnya saya memang punya target sendiri untuk menikah kisaran umur 22-23 maksimal ya 25 tahun-an, terlebih zaman sekarang fitnahnya yang subhanallah semakin kencang sepertinya iman kalau tidak didukung lingkungan dan tanpa hidayah dari Allah yaa terperosok juga ke lembah kehinaan, seginih teh eh apa ya, kalau disunda itu "segini aja udah uyuhan" ya saya Alhamdulillah mending masuk dalam wadah dakwah bersama teman-teman hebat, saya berharap kita bisa sama-sama sampe surga Allah, Aamiin.
Saya meskipun masuk dalam wadah dakwah tapi ujian godaan itu tetap ada bahkan lebih besar terlebih dua sahabat saya mau nikah dan udah nikah, jadi saya takut ketika saya sedang futur atau iman turun tidak ada sahabat saya yang bisa menguatkan jadi hasrat saya menikah semakin kuat karena saya berniat agar saya bisa lebih terjaga dari fitnah syahwat ini, dari situ saya sempat merenung nangis kepada Allah, "Ya Allah jika sahabat-sahabat saya ini nikah maka saya berharap ada gantinya sebagai wasilah untuk menguatkan diri saya ataupun tidak izinkan saya bisa menikah agar saya bisa lebih terjaga dari fitnah ini"
Bulan demi bulanpun berlalu, saya mengikuti skenario Allah tak lama dari kekhawatiran saya yang saya ceritakan sebelumnya Allah mulai memberikan tanda-tanda untuk menjawab do'a saya, sahabat saya yang sekitar dua tahun lalu itu saya antar ta'aruf beliau sudah nikah terlebih dahulu ya biasa kalau udah nikah duluan pasti ngeledekin yang jomblo-jomblo udah hukum alam kayanya tradisi itu 😂, dia (sahabat saya) menyarankan untuk nikah kepada saya , ya sayapun ketawa sambil mikir ah dia becanda. Entah dari mana jalanya dia bilang ke saya kayanya "ente cocok ama akhwat yg dlu ente anter ke ps baru" kebetulan akhwat itu memang belum menikah pada saat itu karena masih kuliah semster enam tapi ya emang ga ada hubunganya juga ama kuliah, belum saatnya saja.
Saya anggapnya bercanda aja ah sambil mikir masa iya mau ama saya, pada saat itu usia saya 22 taun.
Entah kenapa setelah kejadian itu awalnya saya tidak memikirkan tapi seamakin kesini sekitar bulan april 2018 saya kembali terbesit akan perihal tersebut apa iya mungkin itu pertanda dari Allah, yasudah saya masih tidak terlalu fokus memikirkan itu.....
Bulan Mei 2018 awal saya semakin terfikirkan akhirnya saya mulai berikhtiar dan do'a shalat kepada Allah meminta petunjuk.
Akhirnya Allah bukakan jalanya saya mulai mencari wasilah sebagai penghubung antara saya dan akhwat tersebut, dan Alhamdulillah Allah permudah jalan itu...
Saya minta tolong menanyakan hal terkait apakah akhwat tersebut sudah ada yang menandai atau sudah mau menikah atau belum
Kalau belum saya katakan saya mau ta'aruf tapi jangan sebutkan nama saya dulu begitu pesan saya....
Sampai saat itu saya menuntaskan rasa penasaran saya.
Sebenarnya sebelum saya menanyakan hal tersebut ohiya hampir lupa akhwatnya juga satu wadah dakwah bersama saya. Jadi ketika bulan februari-maret itu ada acara musyawarah kerja saya diamanahi untuk jadi ketua panitia nah saya masih ingat akhwat yang saya ceritakan tadi termasuk menjadi panitia dalam musker tersebut, tapi kami ya saya maksudnya belum ada niatan untuk kenal atau taaruf kepada dia karena kita hanya satu wadah kemudian jadi panitia bareng saja.
Oke kembali lagi kecerita tsb.
Ketika malam itu setelah saya minta tolong kepada teman untuk menanyakan perihal tersebut melalui pesan whatsapp,
Maka saya menunggu jawaban dari teman saya ternyata jawabanya....
Bersambung...
Pagi ini di At-taawun sudah sangat familiar mesjid yang menjadi icon di puncak bogor ini. Masih dalam penantian dan pemantasan diri untuk menjadi seorang suami yang sangat dipertanyakan pertanggung jawabanya di akhirat kelak. Semakin mendekati semakin deg-degan rasanya usia hari ini baru terkesan 22 tahun 5 bulan 8 hari ini sudah mengemban amanah yang sangat berat, di saat seusiaku belum terlalu banyak yang melangkah ke arah serius dalam mengemban amanah ini. Tapi sama sekali tidak ada keterpaksaan dalam melangkah ke arah ini sama sekali tidak, justru hidup ini jika ingin serius harus mengemban amanah yang lebih lampaui kapasitas diri kita maka dengan semua itu kita akan tau kapabilitas diri kita. Tapi ingat haruslah semua itu dengan ilmu, banyak orang yang kelihatanya sudah ingin masuk ke ranah pernikahan akan tetapi hanya sebatas ingin bahkan belum bisa mempelajari bekal untuk kedepanya, ini ibadah terlama akhi. Jikalah shalat saja yang ibadah paling lama sekitar lima m...
Komentar
Posting Komentar